Free Practice 2: Mexico Grand Prix 2025
24 Oktober 2025
Balap Mobil

Free Practice 2: Mexico Grand Prix 2025

Formula 1 - 2025

Server #1

Server #2

Sesi latihan bebas kedua (Free Practice 2) Formula 1 Meksiko 2025 di Autódromo Hermanos Rodríguez, Jumat malam waktu setempat, ditutup dengan Max Verstappen tampil tercepat. Namun, sang juara dunia empat kali itu justru mengaku khawatir dengan performa race pace mobil Red Bull RB21 meski berhasil memuncaki catatan waktu. Dalam tayangan siaran ulang Formula 1 Meksiko 2025 FP2, terlihat bagaimana Verstappen langsung kembali ke performa terbaiknya setelah absen di FP1 yang diisi oleh para rookie.

Verstappen mencatatkan waktu tercepat 1 menit 17,392 detik, unggul lebih dari satu persepuluh detik atas Charles Leclerc (Ferrari) yang finis kedua. Namun, setelah sesi usai, pembalap Belanda itu menegaskan bahwa kecepatan mobilnya di simulasi jarak panjang “menjadi perhatian besar”.

“Untuk run pendek dengan ban soft, kami masih bisa mencatat waktu bagus,” ujar Verstappen. “Tapi di luar itu, semuanya buruk. Saat pakai ban medium, bahkan short run-nya tidak bagus, dan yang paling bermasalah justru di long run — kami sangat kesulitan. Ini tentu jadi perhatian besar menjelang balapan.”

Verstappen menjelaskan bahwa masalah utamanya bukan pada keseimbangan mobil, melainkan grip yang hilang ketika menjalani stint panjang.

“Saya tidak tahu pasti apa penyebabnya. Keseimbangan mobil sebenarnya tidak buruk, tapi tidak ada grip sama sekali. Begitu mencoba run berkelanjutan, suhu ban langsung naik dan kami kehilangan traksi. Kami benar-benar kesulitan,” tambahnya.

Red Bull membawa paket pembaruan besar untuk GP Meksiko, termasuk revisi pada lantai dan sistem pendinginan mobil. Namun, Verstappen menilai hasil awal belum memuaskan, terutama dalam manajemen suhu ban di udara tipis sirkuit Meksiko yang berada di ketinggian lebih dari 2.200 meter.

Meski menjadi pembalap tersukses di sirkuit ini dengan lima kemenangan karier, Verstappen sadar bahwa balapan nanti tidak akan mudah.

“Kamu tidak akan memenangkan balapan hanya dengan kecepatan satu lap,” katanya. “Kamu bisa cepat di kualifikasi, tapi kalau tidak punya pace di race, semuanya akan sulit. Saya lebih memilih mobil yang cepat saat balapan daripada hanya cepat di satu lap.”

Sesi FP2 ini juga menandai kembalinya semua pembalap utama setelah sesi FP1 sebelumnya diisi oleh sembilan rookie. Dengan Verstappen dan Leclerc memimpin papan waktu, Oscar Piastri (McLaren) dan Nico Hulkenberg (Sauber) juga menunjukkan performa stabil di posisi empat besar, sementara Lando Norris masih fokus pada setup ban keras untuk simulasi balapan.

Dalam siaran ulang FP2 Formula 1 Meksiko 2025, sorotan utama bukan hanya pada dominasi Verstappen di single lap, tetapi juga pada tantangan besar yang dihadapi Red Bull dalam menjaga konsistensi performa di lintasan berkarakter ekstrem seperti Autódromo Hermanos Rodríguez.

Dengan sesi FP3 dan kualifikasi yang akan digelar Sabtu waktu setempat, Verstappen dan Red Bull harus menemukan solusi cepat untuk masalah temperatur ban dan degradasi grip jika ingin memperpanjang rekor kemenangan mereka di Meksiko.